Facebook vs Twitter, Siapa yang paling juara memerangi penyebaran berita palsu

Apakah anda salah satu pengguna dari media sosial?

 Media Sosial, Facebook/Twitter


Saya rasa iya, karena dikehidupan sekarang dimana jamannya era teknologi hampir semua kalangan masyarakat menggunakan dan memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi satu sama lain,

membagikan cerita dan pengalaman, memberikan atau mencari informasi, media untuk belajar dan masih banyak lagi manfaat lainnya.


Disadari atau tidak pola pikir dan gaya hidup kita sudah banyak dipengaruhi dengan teknologi. Facebook, twitter, instagram, path, youtube mungkin adalah aplikasi media sosial wajib yang ada di smartphone.

Penyebaran berita palsu dimedia sosial


Sebagai pengguna media sosial sudah sepatutnya kita manfaatkan dengan hal-hal yang positif bukan malah menjadikan media sosial untuk hal-hal yang negatif.

Menyebarkan berita palsu atau hoax adalah salah satu contoh tindakan yang seharusnya tidak kita lakukan dalam bermedia sosial.

Mungkin tidak sedikit orang yang melakukan kesengajaan untuk menyebarkan berita palsu dengan alasan dan tujuan tertentu. Tentunya para pemilik media sosial tak tinggal diam untuk menangani kasus tersebut.

Media sosial seperti facebook menjadi salah satu alat penyebaran berita palsu yang disukai oleh para penebar hoax.

Dengan pengguna semenjak terciptanya Facebook ditahun 2004 hingga sekarang sudah lebih dari 2 milyar pengguna aktif.

Tentunya dengan pengguna sebanyak ini, akan mudah dan sangat cepat tersebarnya berita palsu. 

Facebook dan twitter dalam meminimalkan penyebaran berita palsu


Namun, tahukah kita bahwa ternyata semenjak januari 2015 hingga juli 2018 Hunt Allcot, Matthew Getzkow dan Chuan Yu penulis dari universitas Stanford dan Universitas New York telah melakukan penelitian dan menuangkan hasilnya dalam tulisan yang berjudul "Trends In Diffusion Of Misinformation on Social Media".

Dalam penelitiannya mereka menganalisa informasi atau berita  palsu yang tersebar pada faceebok dan twitter, mereka mengumpulkan daftar 570 situs yang diidentifikasi sebagai penebar berita palsu.

Dari hasil penelitiannya selama rentang awal penelitian hingga 2016 selepas pemilu di Amerika menunjukkan bahwa interaksi pengguna media sosial

baik facebook atau twitter dengan berita palsu atau hoax terus meningkat.

Diakhir periode 2016 Facebook mampu mengurangi lebih dari setengah interaksi berita palsu sedangkan twitter terus meningkat, dengan perbandingan rasio 40:1 hingga akhirnya menjadi 15:1.

Hal ini membuktikan bahwa Facebook telah berupaya mengurangi penyebaran berita palsu menghasilakan dampak yang nyata artinya usaha Facebook membuahkan hasil walaupun ini bersifat sementara.

Berikut digambarkan dalam grafik :

Sekali lagi tentunya kita sebagai pengguna harus lebih baik lagi dalam bermedia sosial, jangan mudah percaya terhadap berita atau konten yang menyebar di beranda media sosial kita.

Jika belum tentu kebenarannya sebaiknya diamkan saja, jangan bantu berita itu menyebar lebih cepat oleh tangan kita.

Jika masih penasaran dengan kebenarannya cari lagi informasi sebanyak-banyaknya tentang berita atau konten tersebut.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

loading...

Tips dan Trik Photoshop

Photoshop Tutorial

Photoshop

Informasi Photoshop