> Jangan Rusak Perkembangan Psikologis Anak Dengan Berbicara Keras dan Membentak
Jangan Rusak Perkembangan Psikologis Anak Dengan Berbicara Keras dan Membentak

Jangan Rusak Perkembangan Psikologis Anak Dengan Berbicara Keras dan Membentak

Sering dilihat:

Banyak hal yang mempengaruhi anak secara psikologis, salah satunya adalah perlakuan orang tua terhadap anak di kesehariannya.


Hindari Membentak Anak Anda


Memang banyak hal yang tanpa kita sadari, ternyata dapat berakibat buruk untuk perkembangan anak kedepannya. Contoh kecil adalah memarahi anak dengan nada suara yang keras atau membentak.

Disaat kita orangtua menanamkan pikiran anak harus patuh dan menuruti semua keiginan kita, namun kita melakukannya dengan cara yang salah,

disaat itulah secara tidak langsung kita telah menanamkan bibit yang buruk terhadap anak.

Ketika anak melakukan hal sepele misalnya menumpahkan makanan atau minuman, menghamburkan mainan, memanjat, atau mencoret dinding atau hal lainnya.

Walaupun dalam kondisi emosi yang lagi tinggi, namun usahakan jangan memarahi anak dengan membentaknya.

Cobalah tarik nafas, sabar dan kesampingkan amarah. Kasih tau dan jelaskan secara pelan pelan kepada anak bahwa yang dilakukan itu salah  dan berilah contoh apa yang seharusnya dilakukan.

Akibat Buruk Sering Membentak Anak


Ternyata jika kita sebagai orang tua sering membentak anak, akan berakibat buruk untuk anak kedepannya, berikut akibat yang akan diterima anak :

1. Putusnya Sel Sel Otak Anak

Lise Eliot seorang Profesor Neuroscience mengatakan bahwa bentakan atau suara yang keras pada anak dalam masa "Golden Age" akan merusak bahkan mematikan sel otak anak.

Jumlahnya tidak sedikit, bisa lebih dari 1 milyar sel otak anak yang akan rusak? bisa dibayangkan dampaknya. 

2. Kurang Percaya Diri dan Kurang Inisiatif

Setiap "kesalahan" yang dilakukan anak dan direspon dengan bentakan orang tua akan membuat anak merasa jika dirinya selalu membuat kesalahan

dan kedepannya mereka akan takut atau ragu-ragu untuk melakukan sesuatu karena mereka nanti takut disalahkan.

3. Pemarah / Emosional / Keras Kepala

Sikap orang tua kepada anak akan selalu ditiru, karena anak akan mudah mengikuti perilaku atau tingkah laku orang disekitar terlebih orang tua.

Sikap kita yang sering membentak anak, nantinya akan dilakukan juga oleh anak kita entah itu kepada temannya atau kepada adiknya.

4. Apatis / Cuek

Semakin sering anak dibentak maka akan semakin tidak perduli dia. Anak akan cenderung bersikap dingin dan tak perduli akan keadaan sekitar.

5. Tertutup

Jangan salahkan anak jika setiap ada sesuatu selalu ia sembunyikan dan jangan berharap anak akan berbagi cerita tentang apapun dengan orang tuanya.

Dengan demikian komunikasi antara orang tua dan anak akan terputus, paling hanya berbicara seperlunya, tentunya hal ini sangat tidak kita harapkan sebagai orang tua.

Bagaimana jika sudah kelepasan membentak anak?


Jika memang hal ini sudah terlanjur kita lakukan, jangan diam segeralah bertindak dan lakukan hal ini :

1. Rangkul dan Peluklah dengan segera
2. Meminta Maaf, jangan ragu dan merasa malu untuk meminta maaf kepada anak
3. Bisikkan dengan lembut ditelinganya jika kita sayang kepadanya.
4. Jelaskan secara perlahan jika yang dilakukannya kurang baik dan kasih pencerahaan apa yang seharusnya dilakukan.
5. Kasih belaian dan usapan lembut dikepalanya
6. Cium kening anak, akan membuat anak merasa dicintai.

Menjadi orang tua itu memang susah susah gampang, mendidik anak juga butuh kesabaran yang ekstra, keasampingkan egois demi perkembangan terbaik untuk anak.

Tegas bukan berarti harus marah dan membentak. Mulai dari sekarang kurangi kebiasaan kebiasaan memarahi anak dengan membentaknya yang mungkin selama ini kita lakukan.

Jika memungkinkan hilangkan kebiasaan itu.

Jadilah orang tua yang bijak dalam mendidik anak.

loading...
Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar