> Bagaimana mengatur agar produktivitas kerja tetap terjaga
Bagaimana mengatur agar produktivitas kerja tetap terjaga

Bagaimana mengatur agar produktivitas kerja tetap terjaga

Sering dilihat:

Bekerja bisa dikatakan sebagai suatu rutinitas yang berulang dari hari kehari. Dalam satu minggu 5 atau 6 hari selama minimal 8 jam selalu dihabiskan untuk bekerja, belum lagi jika harus lembur.

Keluar rumah dari matahari belum muncul dan pulang setelah matahari meredup. Apakah kita pernah merasakan stress?

Stres karena pekerjaan


Jika ya, kita tidak sendiri karna diluar sana banyak yang mengalami hal yang sama.

Ternyata sebuah penelitian baru dari AS menunjukkan bahwa seorang Pimpinan atau BOS selalu menaruh harapan yang besar terhadap bawahannya,

selalu ada jika dibutuhkan, tentu saja hal ini dapat memicu kegelisahan bagi karyawan atau bawahan.

Ada lagi seorang penulis William Becker, seorang profesor manajemen Virginia Tech manajemen di Pamplin College of Business,

turut menulis sebuah studi baru, dia menunjukkan bahwa "persaingan dalam pekerjaan yang merupakan tuntutan yang harus dilakukan dapat menyebabkan kegelisahan serta kecemasan

dan membuat karyawan menjadi dilema dan tentunya hal ini dapat membahayakan baik untuk pekerjaan ataupun kehidupan pribadi".

Cara mengatur pola kerja yang seimbang


Amanda Blesing, seorang mentor dan ahli strategi menyatakan bahwa "produktivitas pekerjaan akan meningkat jika pekerja tidak dalam keadaan lelah".

untuk itulah kita harus bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan.

Lantas apa yang harus kita perbuat? hmmmm, yang pasti kita membutuhkan porsi fleksibelitas yang banyak.

Berikut beberapa hal menurut Amanda Blesing yang dapat kita lakukan untuk menyeimbangkan pekerjaan dengan kehidupan :

1. Atur Jam Kerja

Beban pekerjaan yang menumpuk memang harus diselesaikan, namun jangan dipaksakan untuk selesai dalam waktu yang singkat.

Kita bisa memprediksi kapan pekerjaan itu harus diselesaikan sehingga kita bisa mengatur waktu yang tepat untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Sekedar informasi bahwa Guardian Perpetual di Selandia Baru baru-baru ini mengambil langkah uji coba yang inovatif, mereka menetapkan empat hari kerja dalam seminggu.

Nyatanya, 78 persen karyawan mereka mengungkapkan bahwa mereka lebih merasa nyaman dan mampu untuk mengelola keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan.

Mereka merasa lebih tenang dalam bekerja dan pastinya stres pun berkurang tanpa mengurangi produktivitas kerja mereka.

2. Rubah Cara Berpikir

Dengan merubah pola pikir kita tentang pekerjaan, jika kita berpikir tentang "mengorbankan waktu untuk uang" rubahlah menjadi "tunjukkan hasil untuk uang".

Dengan pola pikir begini maka kita akan terfokus pada hasil suatu pekerjaan sehingga yang namanya uang akan datang dengan sendirinya.

3. Interaktif dan Komunikatif 

Lebih aktif dalam hal komunikasi dengan pimpinan, dan komunikasi harus dilakukan dengan rencana dalam pemikiran, jangan pasrah dan hanya menerima jawaban saja.

Jika Pimpinan atau Bos selalu aktif dalam menghadapi perubahan dan membutuhkan ide pemikiran kita untuk memberikan solusi, maka lakukan.

Coba sarankan apa pun yang kita inginkan, misalnya katakan jika diluar jam kerja selepas seharian bekerja atau dihari libur kerja untuk tidak menghubungi kita terkait masalah pekerjaan

karena kita butuh waktu menjalankan kehidupan atau ingin meluangkan waktu bersama keluarga. 

4. Istirahat Walau Sebentar 

Cobalah untuk beristirahat sesaat jika sudah merasa lelah, ingat otak juga perlu direfresh.

Manfaatkan sedikit waktu hanya untuk sekedar jalan atau bisa dilakukan dengan ngobrol. Tapi jangan sampai melakukan hal-hal yang dapat membuat kita lupa akan pekerjaan.

Yang pasti jika kita bisa mengatur waktu antara pekerjaan dan kehidupan dan bisa menyeimbangkan keduanya, produktivitas kita dalam bekerja akan menghasilkan.

Jangan paksakan diri jika sudah merasa jenuh.

loading...
Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar