> "Musikalisasi Puisi" cara lain menikmati puisi
"Musikalisasi Puisi" cara lain menikmati puisi

"Musikalisasi Puisi" cara lain menikmati puisi

Sering dilihat:

Mendengar puisi saja kita sudah terhanyut ya teman, apalagi mendengar puisi yang diiringi musik. Pejamkan mata, dengar, resapi..... kata demi kata yang terlontar tersirat banyak makna.......

Seni musikalisasi puisi


Karena puisi merupakan seni menulis yang bebas dan terikat oleh irama dan nada.

Sang penulis bahkan terkadang mencurahkan isi hatinya lewat tulisan, apa yang dia lihat, apa yang dia rasakan dapat ditumpahkan lewat puisi.

Setiap kata mempunyai makna, tak heran penafsiran pembaca/pendengar puisi sering sekali berbeda dalam menafsirkan kata dalam puisi, hal ini sah sah saja.

Tak jarang kita susah untuk memahami maksud dari kata atau kalimat yang ditulis, namun yang pasti sipenulis mempunyai alasan atas kata yang dituliskannya walau terkadang kata atau kalimat tersebut terdengar aneh ditelinga.

Dalam penyampaian sebuah puisi tentunya bukan hanya sekedar dibaca seperti membaca koran, surat, cerpen atau tulisan lainnya.

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam menyampaikan sebuah puisi diantaranya :

1. Ekspresi
2. Gerak tubuh
3. Artikulasi
4. Warna suara
5. Dinamika suara
6. Intonasi

Jika kita sudah menguasi hal hal penting diatas, dijamin pendengar akan terhanyut dan terenyuh.

Namun, ada hal lain yang lebih menarik untuk menyampaikan sebuah puisi.

Yups, Musikalisasi Puisi. merupakan cara menyampaikan sebuah puisi dengan diiringi musik.

melalui musikaslisasi puisi akan membuat orang lebih tertarik lagi dengan puisi dan juga akan membuat pendengar lebih gampang dalam memahami dan mengartikan puisi tersebut.

Seniman musikalisasi puisi Indonesia


Di Indonesia sendiri sudah banyak seniman-seniman yang memusikkan puisi, bahkan mereka membentuk sebuah kemunitas yang diberi nama  KOMPI (Komunitas Musik Puisi Indonesia).

Sebut saja Emha Ainun Nadjib dan Ebiet G Ade merupakan tokoh seniman musik puisi Indonesia, banyak karya-karya penyair dimusikkan dengan apik oleh mereka.

Supardi Djoko Darmono sang pujangga yang banyak karyanya dimusikalisasi. Ketika Kau Tak Ada, Aku Ingin, Hujan Bulan Juni dan masih banyak lagi.

Dimulai pada tahun 1987 karya-karya SDD sudah mulai dijadikan musik, berawal dari kegiatan mahasiswa yang ikut membantu beliau dalam progam pusat bahasa terciptalah musik dari puisi "Aku Ingin" oleh Ags Arya Dipayana.

Ada Ari & Reda yang masih setia dengan aliran musik ini. Duo vokal ini awalnya ikut mempromosikan puisi agar lebih dinikmati oleh semua kalangan. 

Kini kita tak lagi dapat menikmati karya terbaru duo vokal ini, Ari Malibu telah lebih dulu meninggalkan Reda dan para pecinta musikalisasi puisi Indonesia untuk selamanya, kabar duka bagi kita semua penikmat musikalisasi puisi.

Jangan mati musikalisasi puisi Indonesia, diluar sana banyak penikmatMu.
Terus tumbuh, kenalkan kami puisi melalui musikMu.

loading...
Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar