Pahami Proses Perekrutan CPNS Tahun 2018 dari Tahap Seleksi Hingga Penentuan Kelulusan


Pendafaraan CPNS tinggal beberapa hari lagi, sebelum teman-teman melakukan pendaftaran yang masih belum dibuka (onlinenya), ada baiknya dibaca, dipelajari dan dipahami bagaimana sih proses perekrutan CPNS mulai dari seleksi hingga penentuan kelulusan.



Dasar Penerimaan CPNS 2018


hmmmmm, apakah penentuan kelulusan hanya berdasarkan nilai tertinggi? atau masih ada lagi kriteria-kriteria yang harus dipenuhi?

Biar kita nggak gagal paham umahliyu akan memberikan beberapa informasi terkait hal tersebut diatas, informasi ini diulas langsung dari Peraturan Menteri PAN RB Nomor. 36 tahun 2018 

Proses Seleksi CPNS 2018


Baiklah teman berikut beberapa proses atau tahapan penyeleksian dari seleksi administrasi sampai penentuan kelulusan.

Tahapan Seleksi

1.Seleksi Administrasi

a.Verifikasi persyaratan administrasi kelengkapan dokumen pelamar dilakukan oleh Panitia Pelaksana Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Instansi

b.Dalam hal instansi melakukan verifikasi  kualifikasi  pendidikan dan program  studi dilakukan  secara cermat  dan  teliti  sesuai dengan  ketentuan

c.Pelamar dapat mengikuti seleksi apabila dinyatakan lulus seleksi administrasi oleh Panitia Pelaksana Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Instansi sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.

2.Seleksi Kompetensi Dasar

Materi Seleksi Kompetensi Dasar Calon  Pegawai  Negeri  Sipil meliputi:

1)Tes Wawasan  Kebangsaan  (TWK)  untuk menilai  penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan:

a) Nasionalisme;
b) Integritas;
c) Bela Negara;
d) Pilar negara;
e) Bahasa Indonesia;
f) Pancasila;
g) Undang-Undang Dasar 1945;
h) Bhinneka Tunggal Ika; dan
i) Negara Kesatuan  Republik  Indonesia  (sistem  Tata  Negara Indonesia,  sejarah  perjuangan bangsa, peranan  Bangsa Indonesia  dalam  tatanan  regional  maupun global,  dan kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar).

2) Tes Intelegensi Umum (TIU) dimaksudkan untuk menilai:

a)Kemampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan;
b)Kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan   diantara angka-angka;
c)Kemampuan figural yaitu kemampuan yang berhubungan dengankegesitan  mental  seseorang  dalam  menganalisa gambar, simbol, dan diagram;
d)Kemampuan  berpikir  logis  yaitu  kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis;
e)Kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.

3)Tes Karakteristik Pribadi (TKP) untuk menilai:

a)Pelayanan publik;
b)Sosial budaya;
c)Teknologi informasi dan komunikasi;
d)Profesionalisme;
e)Jejaring kerja; 
f)Integritas diri;
g)Semangat berprestasi;
h)Kreativitas dan inovasi;
i) Orientasi pada pelayanan; 
j) Orientasi kepada orang lain;
k)Kemampuan beradaptasi;
l) Kemampuan mengendalikan diri;
m)Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas;
n)Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan;
o)Kemampuan bekerja sama dalam kelompok;dan
p)Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain

3.Seleksi Kompetensi Bidang
a.Materi Seleksi Kompetensi Bidang:

1)Materi  seleksi  kompetensi  bidang  untuk  jabatan  fungsional disusun oleh   instansi   pembina jabatan fungsional dan diintegrasikan dalam bank soal CAT BKN;

2)Materi Seleksi Kompetensi Bidang untuk jabatan pelaksana yang bersifat teknis dapat menggunakan soal Seleksi Kompetensi Bidang yang rumpunnya bersesuaian dengan Jabatan Fungsional terkait;

3)Materi  Seleksi Kompetensi  Bidang  pada  Instansi  Pusat  selain dengan  CAT  dapat  berupa:  tes  potensi akademik, tes  praktik kerja,  tes  bahasa  asing,  tes  fisik/kesamaptaan,psikotes, teskesehatan jiwa, dan/atau wawancara sesuai yang dipersyaratkan  oleh  jabatan,  dengan  sekurang-kurangnya  2 (dua) jenis tes;

4)Materi Seleksi Komptensi Bidang untuk jenis formasi Olahragawan Berprestasi Internasional menggunakan wawancara;

5)Materi Seleksi Kompetensi Bidang yang dapat menggugurkan seleksi  wajib dicantumkan  dalam pengumuman  persyaratan pendaftaran masing-masing instansi.


Prinsip dan Penentuan Kelulusan
a.Prinsip penentuan kelulusan peserta Seleksi Kompetensi Dasar didasarkan pada nilai ambang batas  kelulusan (passing grade);

b.Nilai ambang batas kelulusan (passing grade) Seleksi Kompetensi Dasar diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi secara tersendiri;

c.Apabila peserta seleksi memperoleh nilai kelulusan yang sama setelah integrasi nilai Seleksi Kompetensi Dasardan Seleksi Kompetensi Bidang, maka penentuan kelulusan akhir secara berurutan didasarkan pada:
1)Nilai  total hasil  Seleksi Kompetensi Dasar yang  lebih tinggi;

2)Apabila tersebut angka 1) masih sama, maka penentuan kelulusan akhir  didasarkan secara berurutan mulai  dari nilai Tes   Karakteristik   Pribadi   (TKP), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK);

3)Apabila tersebut angka 2)masih  sama,  maka penentuan kelulusan akhir didasarkan pada  nilai IPK bagi  lulusan Diploma/Sarjana/Magister, Sedangkan untuk lulusan SMA/sederajat berdasarkan nilai rata-rata yang tertulis di ijazah; dan

4)Apabila tersebut angka 3)masih  sama, penentuan kelulusan didasarkan pada usia tertinggi.

d.Dalam hal  kebutuhan formasi  umum  tidak  terpenuhi,  dapat diisi dari peserta yang  mendaftar  pada formasi  khusus  pada jabatan dan kualifikasi Pendidikan  yang bersesuaian sertamemenuhi  nilai  ambang  batas  kelulusan  (passing   grade) peringkat terbaik;

e.Dalam hal kebutuhan formasi khusus tidak terpenuhi, dapat diisi dari peserta yang  mendaftar  pada formasi  umum pada jabatan dan kualifikasi  pendidikan yang bersesuaian serta memenuhi  nilai  ambang batas kelulusan (passing   grade) peringkat terbaik;

f.Pengumuman peserta yang dinyatakan lulus dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian berdasarkan hasil integrasi nilai Seleksi Kompetensi Dasar dan nilai Seleksi Kompetensi Bidangdari Badan Kepegawaian Negara.

g.Penetapan dan pengumuman terhadap peserta seleksi  yang dinyatakan lulus tahap akhir tidak melebihi jumlah formasi pada masing-masing jabatan dan kualifikasi  pendidikan sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi;

h.Peserta seleksi yang sudah dinyatakan  lulus  wajib  membuat surat  pernyataan bersedia mengabdi  pada instansi yang bersangkutan dan tidak mengajukan pindah dengan alasan apapun sekurang-kurangnya selama 10 (sepuluh) tahun sejak TMT PNS;

i.Dalam hal peserta seleksi sudah dinyatakan lulus oleh Pejabat Pembina  Kepegawaian sebagaimana  dimaksud huruf h) tetap mengajukan pindah, yang  bersangkutan  dianggap mengundurkan diri;

j.Dalam hal peserta seleksi sudah dinyatakan lulus oleh Pejabat Pembina Kepegawaian,tetapi di kemudian hari terbukti kualifikasi pendidikannya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan dan/atau  tidak  memenuhi  persyaratan  lainnya yang  telah  ditetapkan, maka  Pejabat  Pembina  Kepegawaian harus mengumumkan pembatalan kelulusan yang bersangkutan;

k.Dalam hal peserta yang sudah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan sudah mendapat  persetujuan NIP kemudian mengundurkan diri, kepada yang bersangkutan diberikan sanksi tidak boleh mendaftar pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil untuk periode berikutnya

O....ternyata begitu!!!!
Nah, setelah kita mengerti kita tidak akan gagal paham dan berpikiran "negatif" lagi terhadap panitia penyelenggara.
Intinya teman kembali ke diri kita masing-masing, kalo memang sudah rezekinya dan sudah saatnya nggak akan lari kemana kok.
"Positif Thinking aja...."

Berlangganan update artikel terbaru via email:

loading...

Tips dan Trik Photoshop

Photoshop Tutorial

Photoshop

Informasi Photoshop