Cerita dan Fakta selepas Asian Para Games 2018

Ajang bergengsi Asian Para Games 2018 yang berlangsung di Jakarta - Indonesia sejak tanggal 6 s/d 13 Oktober 2018, perhelatan olahraga terbesar bagi penyandang disabilitas se benua Asia sudah berakhir.

Asian para Games 2018

Akhir dari Asian Para Games


Ada banyak hal-hal yang menarik terjadi selama perhelatan akbar ini. China kembali menjadi barometer kekuatan olahraga terbesar di Asia bahkan didunia.

Dengan torehan 319 total medali, sukses mengantar China menjadi juara umum Asian Para Games 2018 kali ini.

Indonesia juaraaaaa....

Indonesia kembali bangga dengan perjuangan-perjuangan pahlawan olahraganya. Selain sukses sebagai tuan rumah Indonesia juga sangat sukses dalam prestasi.

Atlet-atlet disabilitas Indonesia berhasil mengumpulkan 135 total medali dan mengantarkan Indonesia diurutan ke-5... Terbaik sepanjang sejarah.

Fakta Asian Para Games 2018


Banyak hal-hal yang menarik dan untuk pertama kalinya terjadi selama perhelatan ajang Asian Para Games 2018 kali ini.

Apa saja fakta-faktanya, berikut ulasan dari umahliyu :

1. Negara peserta terbanyak 

Yups, perhelatan Asian Para Games 2018 di Jakarta tanggal 6 s/d 13 Oktober kali ini diikuti sebanyak 43 Negara anggota Asian Paralympic Comitte.

Ini artinya seluruh negara yang resmi tergabung dengan Asian paralympic Comitte ikut berpartisipasi.


2. Negara-negara dengan lonjakan prestasi
Indonesia, ya Indonesia menjadi salah satu negara dengan peningkatan medali yang paling drastis. 37 Emas 47 Perak dan 51 Perunggu berhasil direbut atlet-atlet kebanggaan Indonesia. 

Perolehan 37 emas ini bertamabah sebanyak 28 medali emas yang didapat dari ajang yang sama 4 tahun yang lalu. Luar biasa Indonesia. 

Ada juga Iran dengan 51 medali emas meningkat sebanyak 18 medali emas. 

Kemudian Uzbekistan dengan tambahan 12 medali emas, dimana pada Asian Para Games sebelumnya hanya mendapatkan 22 keping emas. 

India juga berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan, dengan tambahan 12 medali emas sukses membuat India berada diposisi ke-9 dengan jumalah medali emas sebanyak 15 medali.

Dan Filipina dengan kumpulan 10 medali emasnya berjaya dari 2 ajang sebelumnya yang bahkan tidak mendapatkan satupun medali emas. 

3. Negara tanpa medali

Jika medali jadi tolak ukur keberhasilan suatu negara dalam ajang olahraga, maka Negara-negara di Asia berikut belum mampu mencetak prestasi diajang Asian Para Games 2018 kali ini.

Afganistan, Bhutan, Brunai DS, Kamboja, DPR Korea, Krgyztan, Lebanon, Nepal, Palestina, Tajkistan dan Yaman.

Namun, perlu kita apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para atlet yang telah berjuang untuk Negaranya, walaupun belum mendapatkan medali.

4. Negara dengan perolehan medali pertama

Ada juga beberapa negara yang baru pertama kalinya mencicipi medali, baik itu perunggu, perak atau bahkan emas.

Negara yang baru pertamakalinya mendapatkan medali itu adalah Laos dan Timor Leste.

Laos sukses mendapatkan medali pertama dan itu adalah emas. Sedangkan Timor Leste sukses dengan 2 emas dan 1 perunggu.

5. Negara dengan atlet pemecah rekor dunia

Tercatat ada 8 Negara dengan atlet pemecah rekor dunia.

China, Uzbekistan, Jepang, Iran, Mongolia, India, Malaysia, dan Yordania adalah delapan Negara dengan atlet-atlet yang berhasil menorehkan rekor dunia baru dari beberapa cabang olahraga yang digeluti.

Sudah menjadi kebiasaan China menyumbang atlet terbanyak yang memecahkan rekor dunia, diantaranya Guo Lingling (kelas 45 kg putri), Tan Yujiao (61 kg putri), Xu Lili (79 kg putri), dan Ye Jixiong (88 kg putra) dari cabang para powerlifting

Mi Na (lempar cakram putri F37/38), Zhao Yuping (lempar lembing putri F12/13), dan Zou Lijuan (lempar lembing putri F33/34) di cabang olahraga para atletik.

Sementara itu atlet dari Uzbekistan Fotimakhon Amilova berhasil memecahkan dua rekor dunia sekaligus dari cabang para renang nomor 200 meter gaya ganti perseorangan SM13 dan 100 meter gaya dada SB13.

Jepang berhasil memperbarui rekor dunia dicabang para renang dinomor estafet gaya bebas 4x100M campuran S14.

Iran ada atletnya Rostami Roohallah di cabang para powerlifting 72 kg putra, sementara dari Negara Mongolia masih dari cabang para powerlifting 107 Kg putra tercatat atas nama Sodnompiljee Enkhbayar.

Sandeep Sandeep asal India berhasil memperbarui rekor dunia lempar lembing putra F42-44/61-64.

Dari negara serumpun tetangga Malaysia, Abdul Latif (lompat jauh putra T20) dan Mohamad Ridzuan (lari 100 meter putra T36) berhasil memecahkan rekor baru dunia dari cabang para atletik.

Negara kedelapan yang berhasil memecahkan rekor dunia adalah Yordania dari cabang para atletik dinomor  tolak peluru putra F34 atas nama Ahmad Hindi.


Medali sebenarnya bukanlah ukuran dari ajang Asian Para Games ini.

Bagaiman kita melihat dan menyaksikan usaha, semangat, sportifitas dan kerja keras para atlet disabilitas ini tak kalah dengan atlet-atlet non-disabilitas lainnya sudah selayaknya kita tiru.

Dibalik fisik mereka yang luar biasa, mereka menunjukkan kepada dunia bahwa merekapun mampu dan bisa.

Kita sepatutnya bangga dan selalu mensyukuri apa yang telah kita miliki sekarang.

Jangan hanya mengeluh, jadikan perjuangan atlet-atlet disabilitas sebagai motivasi kita bahwa kita bisa dan mampu melakukan dan mendapatkan keinginan dengan usaha dan kerja keras.

Bangga dengan semua atlet-atlet disabilitas dan juga teman-teman disabilitas lainnya diluar sana.


Sumber : https://asianparagames2018.id

Berlangganan update artikel terbaru via email:

loading...

Belum ada Komentar untuk "Cerita dan Fakta selepas Asian Para Games 2018"

Posting Komentar

Tips dan Trik Photoshop

Photoshop Tutorial

Photoshop

Informasi Photoshop