Hidrokel Pada Bayi, Berbahayakah?

Ini mau berbagi cerita lagi gaes, tentang sakit yang dialami pada anak saya. Sekedar informasi usia anak saya 6 bulan dan berjenis kelami laki-laki.

Pada awalnya tidak ada gejala yang menimbulkan efek kekhawatiran bagi saya dan istri saya. Anak saya mengalami demam dan batuk.
hidrokel pada bayi

Kekhawatiran saya mulai tampak, ketika pada suatu malam bayi saya selalu nangis seperti kesakitan dan tidak bisa tidur hingga pagi.

Disini saya mulai panik, ada apa ini?

Tentang Hidrokel


Nggak seperti biasanya, kemaren-kemaren kalopun lagi sakit bayi saya bukan tipe yang nangis meraung palingan cuma merengek kecil.

Akhirnya saya mengira-ngira ketika saya mengganti popok, saya melihat ada yang aneh pada kantung testis anak saya.

Sebelahnya membengkak dan berwarna kemerahan (kebiruan), saya rasa ini yang menyebabkan anak saya semalaman menangis mungkin nyeri yang dirasa.

Untuk membenarkan perkiraan saya, akhirnya kembali saya membawa anak saya kedokter anak untuk diperiksa.

Setelah diperiksa (karena dokter juga gak bisa mnegira-ngira), kemudian oleh dokter anak, saya disarankan untuk tes lab atau USG. Hal ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti apa yang terkandung didalam kantung testis anak saya.

"Mudah-mudahan ini hanya cairan bukan usus yang turun" ini kalimat yang terucap dari mulut dokter tersebut. "Namun, perlu di USG untuk mengetahui pastinya"

Dari saran dokter tersebut, keesokan harinya saya membawa anak saya ke laboratorium yang direkomendasikan oleh dokter anak tersebut.

Setelah dilakukan USG saya pun mendapatkan hasilnya yang masih tersegel dan kembali disarankan untuk menghubungi dokter anak yang menangani anak saya tersebut. Katanya biar dokter itu yang menganalisa.

hidrokel pada bayi

Sampai sini saya masih belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan kecil saya. Kembali saya kedokter anak dengan membawa hasil USG yang masih tersegel, oleh dokter tersebut kemudian dibuka dan dianalisa, dengan melihat perubahan fisik pada testis anak saya.

Dan saya kembali disarankan untuk menghubungi dokter bedah... Saya panik (waduh, apakah anak saya harus dioperasi?) "dari hasil USG terlihat bahwa ini adalah cairan namun untuk menindaklanjuti ini ada baiknya bapak berkonsultasi kedokter bedah, agar lebih afdol"

"Hanya konsultasi aja kok pak, bukan tindakan bedah" kata-kata ini sedikit membuat saya tenang.

Hari berikutnya, saya langsung menuju kedokter bedah yang disarankan. Dengan membawa surat pengantar dan hasil USG, anak saya kemudian diperiksa.

Owh iya, sebelum dilakukan pemeriksaan fisik, dokter telah melihat hasil USGnya.

Yang namanya dokter sarat pengalaman dengan melihat dan dibantu dengan senter dia sudah tau penyakit apa yang dialami anak saya.

"ini namanya Hidrokel pak, isinya cairan. Jadi bukan Hernia"

Lantas saya tanya, untuk tindakan selanjutnya apa yang harus saya lakukan?

"ini gak usah diapa-apain pak, kita lihat perkembangannya kalo nanti usia anak sudah 12 bulan atau 18 bulan mamun belum kempis juga baru dilakukan operasi"

Untuk Hidrokel ini tidak diperlukan tindakan yang buru-buru karena nantinya akan hilang dengan sendirinya, beda dengan Hernia yang harus sesegera mungkin diambil tindakan operasi.

Jadi singkat cerita, Hidrokel ini nantinya akan hilang dengan sendirinya sejalan dengan waktu, tidak perlu perawatan dan pengobatan apapun.

Nah, dari pengalaman ini saya mencoba mencari tau apa itu Hidrokel melalui jelajah internet.

Untuk sekedar berbagi, saya sudah merangkum apa yang saya dapatkan dari mbah gugle.

Apa itu Hidrokel?


Disini saya bukan seorang dokter dan juga bukan seorang analisis kesehatan, tapi disini saya sebagai orangtua yang ingin tau dan mencari tau, seenggaknya saya tau penyakit apa yang dialami pada anak-anak saya.

Dari hasil penelusuran saya, akhirnya saya berpendapat yang dialami bayi saya adalah Hidrokel, lantas apa itu Hidrokel?

Nah, ini yang akan saya rangkum dan tulis pada artikel saya kali ini.

Hidrokel adalah penumpukan cairan berair yang tidak menyakitkan di sekitar satu atau kedua testis, yang menyebabkan skrotum atau area selangkangan membengkak. 

Pembengkakan ini mungkin tidak enak dipandang dan tidak nyaman, tapi biasanya tidak menyakitkan dan pada umumnya tidak berbahaya.

hidrokel pada bayi


Dari banyak artikel kesehatan menyebutkan katanya Hidrokel ini muncul saat bayi baru lahir. Antara 1 dan 2 persen bayi baru lahir mengalami hidrokel. Pada pria, hidrokel biasanya mempengaruhi pria berumur lebih dari 40 tahun.

Gejala Hidrokel


Secara khusus dan spesifik, tidak ada gejala yang menandai terjadinya hidrokel itu sendiri. 

Namun, yang umum terjadi biasanya Hidrokel ini ditandai dengan rasa nyeri, kulit skrotum menjadi merah, serta rasa tertekan pada bagian pangkal penis. 

Umumnya rasa sakit baru terasa ketika ukuran skrotum bertambah besar. Ukuran pembengkakan bisa berubah-ubah dalam sehari. 

Dan pada bayi, biasanya pembengkakan hidrokel akan hilang dengan sendirinya. Hidrokel mungkin terjadi pada satu atau kedua sisi.

Apa sih penyebab terjadinya Hidrokel?


Ini yang sebenarnya pengen sekali saya ketahui, namun dari hasil konsultasi dengan dokter bedah dan jelajah saya banyak artikel-artikel kesehatan menyatakan bahwa Sebagian besar penyebab hidrokel tidak diketahui.

Namun lain kasus pada bayi, kondisi ini bisa terbentuk sebelum lahir.

Hidrokel juga bisa menjadi tanda adanya celah terbuka antara perut dan skrotum.

Bahasa kedokterannya kurang lebih menjelaskan bahwa semasa bayi dalam kandungan testis bayi yang berada di bagian perut akan turun ke dalam skrotum melalui celah antara rongga perut dengan skrotum.

Kedua testis terbungkus dalam kantung yang berisi cairan. Normalnya, celah antara perut dan skrotum akan menutup sebelum bayi lahir, atau segera sesudah lahir.

Kemudian cairan dalam kantung tersebut akan diserap oleh tubuh dengan sendirinya. Akan tetapi, cairan bisa saja tetap bertahan setelah celah tertutup, ini dianamakan Hidrokel Nonkomunikan.

Cairan ini biasanya akan terserap secara perlahan pada tahun pertama setelah bayi lahir.

sumbernya dimari gaes.

Langkah-langkah pengobatan Hidrokel


Jalan operasi tampaknya harus ditempuh bagi pria dewasa jika dalam jangka waktu 6 bulan Hidrokel ini tidak hilang dengan sendirinya.

Sedangkan untuk bayi laki-laki secara umum hidrokel akan menghilang dalam usia 12 bulan atau 1.5 tahun. Namun andai kata dalam batas usia tersebut Hidrokel masih tidak hilang dan terus membesar atau membengkak mau tidak mau harus dioperasi juga.

Seperti yang saya jelaskan diawal tulisan ini, hal ini terjadi ketika bayi saya berusia 6 bulan.
Itu pun terjadi setelah bayi saya mengalami demam.

Dan saya masih penasaran apa yang menyebabkan Hidrokel ini pada bayi saya. Namun tidak ada penjelasan yang spesifik masuk kesaya baik dari artikel-artikel ataupun penjelasan dokter secara langsung.

Namun, saya yakin dan optimis Insyaallah ini tidak membahayakan anak saya, dan seperti "katanya" ini akan hilang dengan sendirinya...amin. Namun usaha dan tindakan tetap saya lakukan pastinya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

loading...

Belum ada Komentar untuk "Hidrokel Pada Bayi, Berbahayakah?"

Posting Komentar

Tips dan Trik Photoshop

Photoshop Tutorial

Photoshop

Informasi Photoshop